Diposkan pada cerita, Cinta, menulis, puisi, sajak, sastra

Angan – Angan

Pada hakikatnya setiap umat merasakan kebahagiaan. Pada hakikatnya setiap umat menciptakan ketenangan. Batin ini memiliki arti. Batin ini mendawai sejuk. 

Akankah bertahan sampai saat dimana kita dipertemukan. Sampai saat itu kita merayakan kebersamaan hingga kita bisa tahu waktu yang tepat untuk memiliki dunia yang berbeda. 

– Saya

Iklan
Diposkan pada cerita, Cinta, kisah, puisi, sajak, sastra

Untukmu

Terimakasih di  masa lalu kamu sudah menemaniku. Dimasa lalu aku dekat denganmu. Di masa lalu aku berbahagia denganmu. Dimasa lalu kamu teman keluh kesahku. Di masa lalu kamu sudah memberi cerita yang mungkin usang untukku.

Dan….

Hari ini kamu berbahagia. Hari ini kamu ceria. Hari ini kamu menemukan cinta. Merayakan ikatanmu dengannya. Menandakan hidupmu menciptakan cerita. 

Berbahagialah…

Diposkan pada puisi, sajak, sastra

Lalu.. ada mata

#puisi

sejak sore menyimpan benak warna. Sejak itu manusia membalikan pandangan ke hadapanNya. Menunaikan suatu kewajiban serta menambahkan rasa kesejukan. Diwaktu itu air mata membekukan dosa. Seakan hamparan dosa melebur diantara buih angin. Menghilang tapi ingin dibawa lagi. 

Lalu apa daya ketika mata ini dipejamkan saat hening. Sedikit demi sedikit kesucian kembali. Terimakasih wahai Maha Pemberi. Engkau memberikan kenyamanan dalam kekhusyuan ini. 

Diposkan pada cerita, Cinta, kisah, menulis, puisi, sajak, sastra

Kau Kembali

​Sesaat yang kau punya adalah cerita. Bicara dengan canda. Senyum dengan tawa. Menangis dengan yang tua. Hanyut dengan dekapan cinta. Kemarilah wahai rindu. Dekatlah dengan Mahameru. Kita akan berbicara tentang pelangi yang selalu ceria.

                             -Saya

Bintaro.

Diposkan pada cerita, Cinta, kisah, menulis, puisi, sajak, sastra

Memang Untuk Diingat atau Dilupakan

Ada beberapa ucapan yang diingat saat kamu memilihku. “aku mau setia sama kamu sampai kita punya cucu”. Tapi aku berpikir apakah itu bagian dari cinta atau fatamorgana? Hanya waktu yang menjawab, hanya hari-hari yang merekam, dan hanya angin yang menjadi saksi terbawanya janji sumpah itu. Tapi itu hanya semu yang menjadi sore kelabu. Kita berpisah dalam kenangan. Aku hanya bisa menjaga semua rasa rinduku dengannya. Walaupun harapanku hanya sedikit untuk dekat kembali dengannya. Biarkan aku menjadi pelangi yang berjumpa saat senja. Biarkan aku menjadi bunga Edelweis yang menjaga keabadiaannya. Dan biarkan aku menjadi Dara yang terbang tanpa beban membawa warna dalam dekapan cinta.

-Saya

Bintaro, 14 Oktober 2016

Diposkan pada Cinta, Curhat, kisah, menulis, puisi, sajak, sastra

Menunggu Cinta

 

Malam ini bangku taman tidak ada yang meramaikan. Lebih dari sepekan hanya menyisakan dedaunan. Entah kenapa sepi, entah memang sudah malas menghampiri. Saat itu lampu menyala. Menghanyutkan suara tawa. Yang aku lihat hanya seekor kucing tidur diatas bangku. Mungkin kesepian. Atau kepanasan. Seharian lari-larian. Akhirnya sosok yang aku tunggu datang. Membawa obat. Obat yang aku tidak tahu dari mana asalnya. Sepertinya obat itu dari hatinya. Yaitu obat rindu. Yang memang sudah sepekan tidak menemuiku. Aku menghampirinya. Dia senang dan terlihat malu. Aku berkata; “apakah kamu mau memelukku sampai akhir hayatku?” Dia pun mau dengan muka merahnya. Dan aku berkata kedua kali kepadanya; “biarkan bangku taman yang kesepian ini menjadi saksi batin atas perjuanganku mendapatkanmu.”

-Saya

Bintaro, 06 Oktober 2016

Diposkan pada cerita, Cinta, Curhat, menulis, puisi, sajak, sastra

Sudahlah

 

Menunggu sapa lewat hatimu. Entah sampai kapan tatapanku berakhir untukmu. Namun, kamu membisu tidak peduli dengan harapanku. Mungkin kamu tidak tertarik denganku atau aku hanya sebuah perahu yang karam. Tak berarti terlihat seram. Mungkin bukan saat ini diriku memilikimu. Begitupun juga kamu. Sampai sudah aku didekatmu. Tapi itu bukan kamu. Hanya baying-bayang yang ada di kepalaku. Terlalu berkhayal mendekatimu. Terlalu resah tanpa dirimu. Kamu tidak akan pernah tertarik kepadaku. Karena aku adalah kebisuan dalam hatimu.

-Saya

Jakarta, 04 Oktober 2016

Diposkan pada cerita, Cinta, menulis, puisi, sajak, sastra

Taman Sore

​Ada yang lari-larian ada yang nangis. Langit pun gelap mendekati malam. Senja tersenyum ada anak-anak tiduran diatas bangku. Sumringah melihat yang berbaju merah. Memangku anaknya sambil tertawa mesra dengan suaminya. ku hampiri sepasang ranting. Hanya berdiri membuat gombal.  Jam 6 sore sepasang pelangi kecil masih tiduran diatas taman. Yang dilihat adalah langit sebatas mendung. Mungkin ingin menjadi Pilot atau Astronot yang bisa menatap kamu dari atas. Usai sudah berjemur dibawah pohon yang cuma menyisakan ranting. Karena pelangi kecil itu sudah pergi dari taman. 

-Saya

Bintaro, 11-09-2016

Diposkan pada cerita, Cinta, kisah, menulis, puisi, sajak

Kamu dan Aku Usai

​Kamu adalah sesaat rindu yang terbawa dalam dekapan angin. Kadang kangen kadang tidak. Adakah sedikit bahagia yang kau bawa untukku? Adakah sedikit canda yang bisa membuatku tersenyum? Mungkin sebab kita berpisah adalah kebaikan. Kebaikan yang Tuhan berikan untuk kita. Karena Tuhan lebih cinta dengan jalan yang di berikan untuk aku dan kamu. Dan aku senang karena kamu sudah mau menemaniku sampai kamu ingat dengan sifatku.

-Saya

Bintaro, 3 September 2016